MENGOBATI DIABETES MELLITU ( KENCING MANIS )
Sengaja saya menyinggung penyakit ini karena saat ini penyakit ini termasuk kategori terbesarsebagai pemicu besarnya angka kematian di Negara kita.
Apr
Sunday,
Penyakit Diabetes
Penyakit Diabetes Mellitus yang juga dikenal sebagai penyakit
kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis
yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat
adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas
tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.
Penyakit diabetes
di sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya: faktor keturunan, pola
makan yang salah, sering mengkonsumsi yang manis-manis secara
berlebihan. Deteksi gejala penyakit diabetes memang penting. Kalau kita
telat dan mengganggap sepele, masalah diabet bisa-bisa fatal.
Gejala penyakit diabetes bisa di lihat dari: jika kita buang air kecil
dan di kerumunin semut sesudah kita kencing, badan terasa lemas,
segeralah periksa ke dokter karena di takutkan kita menderita diabet.
Dan biar di beri obat dan tindakan yang sesuai dengan penyakitnya.
Insulin
adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung
jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin
dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein
menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi
menurunkan kadar gula dalam darah.
Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus
Tanda
awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita Diabetes Militus atau kencing
manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah,
dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 - 180 mg/dL
dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula
(glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.
Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :
1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.
Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.
Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :
1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.
Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.
Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2,
umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka
mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.
Tipe Penyakit Diabetes Militus
1. Diabetes mellitus tipe 1Diabetes
tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh
kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent
Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta
penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1
banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja.
Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.
2. Diabetes mellitus tipe 2Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.
Kadar Gula dalam DarahNormalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70 - 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 - 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.
Namun demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan diwaktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh diatas nilai normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami penurunan nilai gula dalam darah dibawah normal.
Diagnosa Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl.
Banyak alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli dibanyak tempat penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek, BCJ Group, Accurate, OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang terdiagnosa Diabetes Mellitus, ada baiknya bagi mereka jika mampu untuk membelinya.
Pengobatan dan Penanganan Penyakit DiabetesPenderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).
Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah.
Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.
2. Diabetes mellitus tipe 2Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.
Kadar Gula dalam DarahNormalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70 - 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 - 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.
Namun demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan diwaktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh diatas nilai normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami penurunan nilai gula dalam darah dibawah normal.
Diagnosa Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl.
Banyak alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli dibanyak tempat penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek, BCJ Group, Accurate, OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang terdiagnosa Diabetes Mellitus, ada baiknya bagi mereka jika mampu untuk membelinya.
Pengobatan dan Penanganan Penyakit DiabetesPenderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).
Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah.
RAMUAN HERBAL UNTUK PENYAKIT DIABETES MELLITUS




Bahan-bahan
Seperempat
genggam daun iler, seperempat genggam daun meniran, seperempat genggam
daun sembung, seperempat daun kumis kucing, seperempat genggam herba
pegagan, tiga perempat sendok teh adas yang sudah ditumbuk, dan tiga
perempat jari batang pulosari yang dipotong kecil-kecil.
Cara membuat
Semua
bahan dicuci bersih, lalu direbus dalam tiga gelas air dan dibiarkan
hingga tersisa satu setengah gelas. Setelah dingin, ramuan tersebut
disaring.
Cara memakai
Diminum dua kali sehari sebanyak tiga perempat gelas sekali minum.
Bahan-bahan
Setengah
genggam daun meniran, dua genggam adas, satu genggam daun sembung,
setengah genggam daun murbei, dan setengah genggam daun iler.
Cara membuat
Semua
bahan dicuci bersih kemudian dipotong kecil-kecil. Bahan-bahan tersebut
direbus dalam keadaan tertutup. Kemudian dinginkan dan saring.
Cara memakai
Diminum dua kali sehari dengan dosis tiga peempat gelas sekali minum.

Bahan-bahan
Satu genggam biji mahoni.
Cara membuat
Biji
mahoni dikeringkan dan digiling halus hingga menjadi bubuk. Bubuk
tersebut digunakan sebagai penyedap minuman seperti halnya bubuk kopi.
Cara memakai
Diminum seperti minum kopi dua kali setiap hari dengan dosis satu gelas, satu jam sebelum makan.


Bahan-bahan
Enam centimeter batang brotowali, sepertiga genggam herba sambiloto, dan sepertiga genggam daun kumis kucing.
Cara membuat
Semua
bahan dicuci sampai bersih. Batang brotowali dipotong-potong
seperlunya. Kemudian semua bahan ramuan direbus dalam tiga gelas air
bersih hingga tersisa dua gelas. Setelah agak dingin disaring.
Cara memakai
Diminum dua kali sehari setengah jam sebelum makan pada pagi dan sore hari, dengan dosis satu gelas.

Bahan-bahan
Sepuluh gram herba sambiloto kering, dua puluh satu lembar atau sejumput daun mamba, dan satu jengkal batang brotowali.
Cara membuat
Semua bahan dicuci bersih, batang brotowali terlebih dahulu dipotong kecil-kecil. Semua bahan direbus dalam lima gelas air bersih hingga tersisa tiga gelas, dengan mengunakan api kecil.
Cara memakai
Diminum tiga kali sehari dengan dosis satu gelas setiap hari. diminum sebelum makan.

Bahan-bahan
Sepuluh
gram herba sambiloto, sepuluh gram herba pegagan, dan sepuluh gram
herba kumis. Bisa juga menggunakan tiga lembar daun dewa segar.
Cara membuat
Bahan-bahan, kecuali daun dewa, direbus dalam lima gelas air hingga tersisa tiga gelas, dengan menggunakan api kecil.
Cara memakai
Air
rebusannya diminum tiga kali dengan dosis satu gelas setiap hari, satu
jam sebelum makan. Bahan-bahan sisa rebusan di balurkan di bagian tubuh
yang luka. Sementara itu , daun dewa segar cukup di makan sebagai lalap.

Bahan-bahan
Tiga lembar daun salam, tiga sampai lima iris kecil teh racik mahkota dewa.
Cara membuat
Daun salam dan teh racik mahkota dewa di rebus dalam tiga gelas air, hingga airnya tersisa sekitar satu setengah gelas.
Cara memakai
Ramuan ini di minum selama tiga hari berturut-turut atau seminggu sekali.
Bahan-bahan
Satu sendok teh racik mahkota dewa dan tiga lembar daun salam.
Cara membuat
Kedua bahan di rebus dengan air bersih, kemudian air rebusannya di minum sebanyak tiga kali sehari.
Produk Toko Marwa untuk pengobatan Diabetes Mellitus (kencing manis) :
9. Kapsul Daun Mimba 







0 komentar:
Posting Komentar